MENGHIDARI PEROMPAKAN BUDAYA

Akhir akhir ini memang sudah sejak dulu kala negri jiran malaysia mengincar budaya yang kita miliki dengan situasi yang tidak nyaman seperti bom di sana sini adalah salah satu nilai plus untuk menarik para touris berkunjung ke negerinya, nah solusinya kira kira gimana hal hal yang tidak di inginkan itu akan terjadi dan berlarutan ?

Langkah pertama2 dari pemerintah pusat harus bangun dan buka mata mengambil tindakan mengkoordinir ke daerah untuk menghidupkan budaya budaya dan kekayaan yang kita miliki dan kalau perlu di kasih anggaran, di saat visit Indonesia harus di tonjolkan kekayaan yang mereka miliki dan membuat satu acara sejenis festival budaya seluruh indonesia dan menampilkan seluruh apa yang kita miliki, minimal 1 tahun sekali, undang para dubes – dubes di jakarta, kalau perlu mentri mentri seluruh dunia untuk menyaksikan.

Langkah kedua : promosi, selain promosi di media masa international harus memakai tanda tanda yang menyolok seperti gambar tarian yang sudah di buat oleh malaysia, mencetak buku – buku yang isinya menceritakan kekayaan budaya indonesia, kalau perlu di daerah2 perlu di adakan semacam festival masing masih dan di buku itu di cantumkan semua jadwal – jadwalnya supaya para touris mudah merencanakan perjalananya, merangkul KBRI, Konsulat Indonesia di seluruh dunia menyediakan brosur-brosur, buku buku mengenai indonesia, dari KBRI masing masing harus membetuk depertment sendiri untuk pendekatan kepada travel agent – travel agent setempat dengan cara membagi bagikan brosur kalau perlu ngasih seponsor karena kebanyakan teravel agent suka mengumpulkan brosur2 untuk di display supaya kelihatan meriah… saya rasa kalau di lakuan seperti ini adalh cara yang jitu, mudah mudahan Pak Presiden membaca, kita sebagai rakyat biasa hanya sakit hati dan tidak bisa berbuat apa apa, ibarat tangan dan kaki di ikat sedangkan kulit di sundut rokok, sakit tapi tidak bisa membalas, memberikan perlawanan, kalau pemerintah diam tidak ada tindakan yang jitu pada suatu saat nama Indonesia mungkin akan tinggal kenangan aja.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: